Isim Wali

Monday, 30 August 2010

Ada seorang Waliyullah dimasa lalu.. namanya Budduch beliau ini sering menolong orang yang kesusahan terutama orang-orang yang terancam jiwanya.. sehingga masa berlalu... saat ramainya Jalur Sutera Arab-India-China dimana seringnya terjadi perampokan dan pembantaian pada jalur itu sangat sedikit para pedagang yang akhirnya nekad melintasinya jika tidak punya pengawal yang hebat dan handal suatu ketika, ada seorang kafilah pedagang yang kehilangan pengawalnya sehingga memutuskan untuk diam dan ga berani jalan tiba-tiba teringatlah pedagang itu akan kemasyhuran nama Waliyullah Budduch maka segeralah ia tuliskan nama besar Budduch disetiap benda harta perniagaannya.. dengan tujuan mengambil keberkatan atas nama kekasih Allah itu dan dengan harapan terlindungi dan menjadi keselamatan di perjalanan



kemudian selanjutnya, dengan mantap rombongan itu berjalan seiring dengan itu juga disertai rombongan-rombongan pedagang yg lain
di tengah perjalanan.... tiba2 terjadilah peristiwa yang ditakutkan datanglah segerombolan perampok diluar kebiasaan.. banyak sekali bagaikan singa yang kelaparan.. tanpa ragu membantai yang terlihat rombongan pedagang yang punya pengawal, tak berdaya menghadapi.. tewas tinggallah satu rombongan yang terpana... terdiam... tetapi tidak diganggu sedikitpun oleh para pembantai itu.. rombongan ini selamat... berkat "tulisan nama waliyullah Budduch" sehingga akhirnya , rahasia ini kemudian menyebar setiap pedagang yang akan melintasi jalur sutera, pasti pada membawa cap "Budduch"... dan itulah rajahannya .. seperti yang tertera diatas..

Kutipan dari http://kisawung.blogspot.com
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Ngalap Berkah

Ngapain susah2 ampe jontor, nyungsep, sakit2an, sebel, dan kawan2nya dalam rangka laku tirakat demi suatu keilmuan batin entah apalah itu namanya mantra, aji2an, jimat2an, hizib, dan kawan2nya udah susah payah nyari belom tentu dikasih sudahpun dikasih, belum tentu jodoh sudahpun jodoh belum tentu terus2an mujarab sudahpun terus2an mujarab, belum tentu bahagia habis itu kena sikat kata2 orang yang musrik lah, bid`ahlah, ga pede lah, kuno lah, dan kawan2nya maka itu.. lebih baek.. "ngalap berkah aja deh".. alon2 asal kelakon.. biarpun jalan lambat kayak keong buntet.. yang penting "sumringah" sehingga "sesuatu" itu menjadi layaknya anugerah mau dapat dan manjur ya syukur.. mau enggak juga yah kita jadi maklum aja.. Thread ini kumaksudkan untuk membuka mata dan kesadaran kita tentang suatu pengalaman dari banyak orang yg dibilang "sakti" namun jika kita tahu rahasia perjalanan spiritualnya membuat kita akan geleng2 kepala.. "ngalap berkah" How to take it for our life and happines ..., sumonggo tanggapan dari devils buddy: ngalap berkah, dalam bahasa arab ada istilah tabaruq (mencari berkah) tabaruq adalah ajaran yg sangat mulia, dan telah pula di contohkan oleh para auliya dan para sahabat Nabi SAW ada sahabat yg bertabaruq dengan jubah bekas Nabi SAW, ada sahabat yg bertabaruq dengan cangkir bekas minum nabi, dengan pedang peninggalan Nabi SAW, dll begitupun para ulama mentradisikan utk bertabaruq dengan orang soleh dasar pemikiran dari tabaruq ini adalah, bahwa setiap orang soleh itu pasti di liputi oleh barokah/berkat, seperti sabda nabi agar kita hendaknya selalu dekat dengan orang soleh, karena dekat dgn orang soleh akan membawa kebaikan pada diri kita nah sebagaimana diketahui, seseorang yg soleh itu pasti selalu membawa kebaikan, ucapannya meninggalkan kebaikan, perbuatannya meninggalkan kebaikan, atau di istilahkan setiap ulama itu ada atsarnya, ada bekasnya, ada bekas kebaikan yg di tinggalkannya nah, dari sinilah, di tarik benang merah, bahwa apapun yg di tinggalkan oleh para ulama pasti mengandung kabaikan, misalnya saja, jubah ulama yg senantiasa di pakai utk berdakwah, setelah ulama tersebut meninggal, jubah tersebut pasti mengandung barokah, yg berasal dari pancaran berkah ulama itu maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa tabaruk itu bisa di dapat melalui : 1. manusia yg soleh, dan 2. peninggalan manusia yg soleh itu barokah bisa di dapat dari manusia baik yg masih hidup, maupun yg sudah meninggal, karena pada dasarnya yg meninggal adalah jasadnya, sedangkan ruh nya berada di alam kubur/alam ruh yg paling harus di perhatikan adalah jangan sampai kita terjerumus kedalam kultus individu, dan apalagi kalo sampai terjerumus kedalam kemusryikan yakinlah bahwa barokah itu hanyalah berasal dari Allah, yg bisa turun melalui wasilahnya jadi moral of the storynya adalah bahwa memohon berkah itu hanya kepada Allah, tapi jalan utk mencari barokah itu ada banyak macamnya/perantaranya o ya satu lagi yg juga harus di pahami adalah jangan sampai pikiran kita sempit, bahwa mencari berkah hanyalah terpaku pada makam wali, peninggalan wali, petilasan wali dll yg lebih bersifat mistik justru barokah yang paling utama tapi paling sering dilupakan adalah berkah yg di dapat dari IBU dan BAPAK kita, dan juga GURU2 kita, boleh di bilang PERCUMA aja kalo ada orang yg ziarah wali sampai ke ujung duniapun, kalo ia durhaka pada orang tuanya dari Guru dan kedua ORANG TUA kitalah tempat yg utama bagi kita utk mengharapkan barokah Allah SWT yg terakhir, selain dari itu, kita juga bisa mengharap berkah dari segala aktivitas kita, seperti makan, minum, bekerja, menulis, mengendarai kendaraan, dll selama di niatkan ikhlas hanya utk mengharap ridho Allah, maka barokah Allh akan turun pada segala aktivitas yg kita lakukan itu selamat mencari berkah bro, terutama di bulan Ramadhan ini, apalagi yg masih punya Ibu dan Bapak, carilah berkah sebanyak2nya dari beliau, dan juga silahkan aja cari berkah sebanyak2nya dengan mengunjungi orang2 yg soleh, makam orang2 yg soleh, atau peninggalan2 orang soleh, sehingga kita bisa mengambil ittibar dari situ, biar hidup kita selamat dunia dan akhirat..amin... Kutipan dari http://kisawung.blogspot.com
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rantai Babi

Sunday, 29 August 2010

suatu malam kami sekeluarga dikejutkan dengan suara berisik yang melenguh berkeliaran disamping rumah kami dahulu di pedalaman kalimantan, tepatnya di kecamatan Melak, Hulu Mahakam, Kaltim. Kulihat bapakku segera mengambil senapan laras panjang dan segera mengisinya dengan peluru sebesar jempol orang dewasa. lalu akupun mengikutinya ke arah samping rumah. Duarrrrr.. tembakan tersebut tepat mengenai sasaran. ternyata sosok babi hutan yg sangat besar yang ditembaknya. seketika berhamburanlah pergi lari terbirit-birit kelompok babi lainnya. namun diluar dugaan, babi besar tadi yg terkena tembakan, ajaibnya segera beranjak bangun seperti bangun dari pingsannya. ternyata walau telah terkena tembakan dengan telak. babi besar itu tidak cedera sedikitpun. kemudian kami lihat babi itu segera lari dengan cepatnya. itulah kejadian tatkala aku masih berumur 7 tahun, dan kalimantan masih subur dengan hutan belantaranya, di sekitar tahun 1974. peristiwa itu begitu melekat dalam ingatan, apalagi tatkala keesokan harinya, aku ikut mendengar cerita bapakku itu kepada pegawai-pegawainya ( bapak menjabat sebagai KKPH Dinas Kehutanan). dan salah seorang dari mereka yg masih penduduk aseli setempat ( suku dayak kenyah) bercerita bahwa babi yang semalam bapak tembak ialah Rajanya Babi Hutan. aku masih mengingatnya walau dalam kegelapan malam namun dibantu sinar bulan tampak bulu2nya gondrong lebat, dan dua taring nampak sangar pada mulutnya.. rumah dinas yg kami tempati itu memang bersebelahan dengan kantor bapak, sehingga setiap pulang sekolah, aku selalu jadikan tempat bermain, bercengkerama dengan pegawai bapak. pegawai bapak bercerita, bahwa babi besar itu punya kekebalan dan anti tembak, jadi walaupun sudah kena tembak, paling hanya terjatuh bengong sebentar karena efek benturan, lalu bisa bangun dan pergi. menurutnya pada taring babi itu ada "jimatnya" yg berbentuk seperti ulat yg melingkar dan membatu. setiap kali babi itu mandi, maka jimat itu dilepasnya. dan setelah mandi, dipakai lagi dilengketkan pada taringnya.. aku masih tak mengerti dan penasaran dengan jimat itu, yg belakangan terkenal dengan istilah "rantai babi". sampai suatu saat ketika aku kuliah di Bogor, aku menemukan buku karangan DR. Ibrahim Alfian ( dosen UGM ). pada buku itulah ada diceritakan sedikit tentang "rante babi" yang digunakan ulama Aceh ketika berperang melawan Belanda. untuk itulah maka aku upload gambarnya disini sebagai penambah wawasan. berhubung belakangan aku sering melihat salah kaprahnya paranormal yg tidak bertanggung jawab dan sombongnya menyatakan " rante babi" versinya, yg kuanggap bohong dan tidak sesuai dengan apa2 yg diketahui dan diceritakan oleh suku-suku terasing di pedalaman. pada gambar di blog inilah aku menyatakan bentuk aseli rante babi yang sebenarnya. yang mana sekarang rante babi di foto itu masih ada dan tersimpan di museum kolonial Belanda. Kutipan dari http://kisawung.blogspot.com

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Besi Kuning

Menurut keterangan sementara yg kudapatkan dari hasil dialog dengan orang2 yg tinggal di pedalaman Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Besi kuning ternyata berasal dari sarang tawon tua. biasanya ada diatas gunung dan sudah memfosil jadi batu. namun pada titik tertentu tersembunyi dari sarang tawon itu biasanya terdapat satu bentuk kepompong kecil yg membatu dan ada lobangnya sebesar lobang jarum. didalam kepompong itulah terdapat sepasang besi berwarna kuning, yg disebut dengan istilah Besi Kuning. Konon, para tawon yg ada di wilayah itu menggunakan besi kuning ialah untuk mengasah Entupnya agar tetap kuat "bisa"nya sebagai senjata mereka. Konon pula, burung pelatuk bawang yg menurut sahibul hikayat adalah salah satu hewan yg diberi keberkatan Allah, jg sering mengasah pelatuknya pada besi itu. Di Sumsel dikenal istilah dengan sebutan besi Angkus. Wong Kito Galo dan Orang2 dari Bugis Makasar sangat percaya karena telah sering membuktikan dengan keampuhan dari besi kuning sebagai salah satu andalan pegangan mereka ketika bertarung di lapangan.

Kutipan Dari http://kisawung.blogspot.com

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Misteri Susuk

Saturday, 28 August 2010

susuk pengasih,
untuk memancarkan pesona daya tarik yang sangat kuat,membuat semua orang tertarik,disukai dalam pergaulan,disenangi, dipuja, bahkan musuh jika bertemu akan merasa kasihan,serta dapat digunakan untuk kemudahan dalam menagih hutang, dan susuk jenis ini akan dapat membuat pasangan anda tak akan menoleh lagi ke lain hati, dan membuat pasangan akan cinta setengah mati.

susuk wibawa,
susuk ini sangat bermanfaat bagi mereka yang aktif, misalnya sebagai pimpinan,dan juga terutama buat wanita karir,agar supaya dihormati,tidak ada yg berani kurang ajar,dapat menguasai orang banyak,baik di tempat kerjaan maupun dimana saja anda berada.

susuk pesona
untuk menambah pesona dan menutup kekurangan pada tubuh seperti pada lokasi wajah,punggung,payudara,pinggul,paha,betis,kaki,lengan dan bawah perut, sehingga lokasi tersebut walaupun pada kenyataanya bermasalah namun dengan susuk pesona dapat ditutup dan berobah menjadi daya tarik yang menakjubkan.
susuk kewanitaan,
susuk ini khusus untuk wanita karena dipasang pada titik tertentu yang terdapat pada kemaluan/vagina, sehingga dapat membuat pasangan anda menjadi mabuk kepayang, tergila-gila,dan merasakan kepuasan yg teramat sangat,sehingga membuat ketagihan dan tak bisa terlupakan,dan membuatnya merasa andalah yang paling hebat dan tak akan mampu melihat yg lain lagi.
susuk gairah wanita,
susuk ini akan mengobati dan mengatasi perasaan dingin/frigid pada seorang wanita, sehingga akan membuatnya menjadi peka kembali dan mempermudah untuk pencapaian orgasme,juga vagina akan memiliki daya tarik yang memuaskan dan dapat memberikan kenikmatan luarbiasa baik pada pasangan maupun pada dirinya sendiri.
susuk kecantikan,
untuk mempertahankan kecantikan anda sehingga selalu nampak awet muda, dapat menjaga penampilan dengan baik sampai tua.
susuk kesehatan,
untuk menambah kekuatan pada tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit yang mengkhawatirkan, dan menambah kuat stamina.
susuk khusus kepercayaan
untuk diperhatikan atasan, agar supaya anda selalu yang dapat kepercayaan sehingga lancar rejeki, usul dan saran anda selalu dipercaya dan diikuti, dan menghilangkan kebencian serta terhindar dari fitnah orang2 yang akan menggeser kedudukan anda.
susuk suara,
khusus untuk penyanyi agar suaranya yg biasa akan menjadi luar biasa rindu selalu dikenang, sehingga sering untuk mendapatkan job.
susuk mata,

untuk dapat menaklukan siapapun dengan hanya cukup ditatap saja, susuk ini akan menambah pesona daya tarik luar biasa pada keindahan mata anda.
susuk tangan,
untuk kerejekian, hutang terbayar, untuk mudah dalam kegiatan jual beli,sales marketing, perniagaan, perdagangan, mengatasi masalah ekonomi
susuk prestasi,
untuk para atlit agar memiliki kemampuan yg lebih dan dapat terus mensupport prestasi yg membanggakan
susuk kekebalan,
bagi mereka yg menginginkan badanya menjadi kebal terhadap senjata tajam dan senjata api, sangat bagus buat security dan aparat, juga sangat pas untuk kesiapan beladiri.
susuk lamuran / susuk cair,
solusi bagi mereka yang tidak menginginkan susuk yang ditanam, atau buat mereka yg takut dengan susuk namun ingin susuk yg aman, maka susuk cair inilah jalan keluarnya, karena hanya dipasang dengan cara dilamurkan sebagai mana luluran, dengan hasil dan khasiat yang sama, namun perlu untuk disepuh ulang sesuai waktu yg ditentukan si pemasangnya.
susuk loloh,

inipun sama seperti susuk lamura, hanya bedanya susuk ini ialah dengan jalan ditelan, dan sesuai ketentuannya harus sering disepuh ulang sesui waktu yg ditentukan
susuk rumah,

jika anda ingin membuat rumah menjadi adem ayem tentrem, jauh dari keributan antar keluarga, menjadikan harmonis, sekaligus menjadi benteng keamanan rumah terhindar dari pencurian/perampokan dan kejahatan lainnya.
susuk tempat usaha,
sebagai pelaris untuk memajukan usaha anda sehingga menambah penghasilan dan rejeki berlimpah ruah.

susuk kendaraan,
untuk menjaga kendaraan anda sehingga aman, terhindar dari kecelakaan dan pencurian, dan menambah pesona keindahan pada kendaraan anda.
susuk kamar
utk mencegah perselingkuhan, membuat pasangan anda kerasan di rumah dan males pergi kemana-mana.
susuk pengikat pasangan,
susuk ini mampu untuk mengikat dan membuat pasangan hanya mampu berhubungan badan dengan diri kita, dan terkunci jika akan berbuat kepada yg lain, jk pada pria susuk ini akan membuat isterinya jadi dingin terhadap yg lain, bahkan vaginanya seolah tertutup rapat terkunci. Jika pada wanita, maka suaminya akan langsung impoten jika akan selingkuh kepada yg lain namun tetap normal jika kepada isterinya sendiri.
susuk kecerdasan
khusus buat para pelajar menambah semangat belajar ,yg menginginkan otaknya menjadi encer, kuat ingatan dan hafalan, dan membuat prestasi belajar yang baik sehingga selalu mendapatkan nilai pelajaran yg bagus.


about susuk :

silahkan cek di peta akupuntur
dan silahkan cek filosofisnya.. nanti akan ketemu sesuatu yg mengejutkan bahwa ternyata jarum akupuntur dulunya ga hanya terbuat dari besi bahkan ada yg terbuat dari perak juga emas

dan pula, awal penemuan prinsip kerja
susuk ialah di India termaktub pada pembahasan tentang seni pengobatan Ayurveda yakni secara tak sengaja dulunya orang2 yg lagi sakit, kemudian kemasukan pecahan batu pada tubuhnya atau tertusuk duri kemudian secara extrim penyakitnya berangsur sembuh. juga berkembang menjadi pemakaian batu akik dan batu mulia(intan dll) menjadi perhiasan, padahal dulunya itu adalah bertujuan untuk pengobatan.

susuk sangat bisa dimasukin jin, jika diprogram sama dukun nya
tetapi jin malah ga betah diam di
susuk, jin betahnya diam di bagian tubuh manusia :
"dibawah kuku yg panjang, di daerah ginjal, dalam rambut gimbal,dll"
jadi akhirnya, kerja
susuk tetep aja kerja "getaran magnetis" sementara jin yg diprogram si dukun sudah ngacir kesana kemari di badan diwaktu mencabut susuknya orang yg susah meninggal kenyataan di lapangan membuktikan "hanya ilmunya saja yang dicabut" ilmunya itu = akumulasi perbuatan negative si pelaku yg menyalah gunakan ilmu untuk kepentingan nafsunya sama saja dengan ,ada yg susah mati karena "ada yg tdk memaafkannya" setelah dimaafkan yg bersangkutan barulah dia bisa meninggal dunia, jadi sekali lagi bukan karena susuknya.. Susuk memang controversial, sebetulnya apa dan bagaimana susuk itu sesungguhnya. Perbuatan susuk ialah memasukkan sesuatu bahan kedalam badan untuk mendapatkan sesuatu kelebihan dan menutupi kekurangan. Pelbagai jenis bahan bisa digunakan, bergantung kepada apakah keinginan pengguna. Pemakai susuk biasanya mempunyai beberapa pantangan seperti tidak boleh memakan beberapa bahan tertentu seperti pisang tanduk, pisang emas, tidak boleh melintas di bawah tali jemuran dan lain-lain, bergantung kepada jenis susuk yang dipakainya. Terdapat pelbagai jenis susuk yang umum digunakan:- o Susuk Emas o Susuk Perak o Susuk Besi /baja o Susuk Raksa o Susuk Berlian o Susuk intan o Susuk mutiara o Susuk gotri/pelor o Susuk gabah ketan/beras o Susuk galih kayu o Susuk dari bagian tertentu hewan o Dll, sebagai inovasi dan penemuan/penciptaan kreasi baru. Manfaat • Pemakai susuk percaya bahwa susuk itu akan membantu mereka menjadi bertambah cantik, bertambah berani, semakin dikasih, semakin manis, dan lain-lain menurut susuk yang dipakai. • Susuk sama halnya seperti pada pusaka2 bertuah, yang dapat memberikan pengaruh tertentu kepada pemiliknya, sehingga memakai susuk kurang lebih sama seperti pada tuah kepemilikan pusaka. • Dahulu, susuk kebanyakan dipakai putera-puteri bangsawan untuk meningkatkan pamor mereka pada kalangan tertentu. Sehingga awal pengetahuan susuk adalah hal yang sangat rahasia sekali untuk konsumsi exclusive. • Susuk mampu menutup kekurangan pada tubuh kita tanpa merobah fisiknya. Bahkan dibuktikan sesuatu kelemahan penampilan organ tubuh yang misalnya cacat, malah dengan susuk dapat dibuat menjadi sangat menarik. Kekurangan berobah menjadi kelebihan. • Susuk, mampu menimbulkan semangat kembali di kalangan suami isteri yang sudah tak bergairah, sehingga mampu mencegah perselingkuhan. • Susuk mampu mengobati masalah frigiditas / rasa dingin dan hilang nafsu seksual pada seorang wanita. • Susuk dengan cara tertentu juga mampu mengatasi masalah impotensi bagi pria • Susuk juga mampu membuat penampilan kulit menjadi lebih elastis dan mencegah penuaan, keriput, dan kelemahan tulang. • Peletakan susuk secara professional sama halnya seperti pada praktek akupuntur, yaitu sebagai support penyelarasan energi penyembuhan dan kekuatan kaitannya dengan pusat –pusat energi pada tubuh. Teknik susuk sebenarnya adalah subfokus dari pengetahuan tentang refleksi dan akupuntur. • Disamping manfaat untuk kewibawaan, dan juga kesaktian/kekebalan, susuk mampu juga untuk membuka mata ketiga, sehingga dapat melihat hal-hal yang kasat mata. Kelemahan • Pemakai susuk terpaksa mematuhi pantang-larang tertentu. Jika terlanggar pantangan, susuk itu akan keluar dengan sendirinya dan menjadi tawar. • Susuk ini terpaksa dibuang, sebaiknya oleh yang memakaikan susuk, ataupun melalui cara yang di ajari. Larangan Antara makanan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.) • Labu air • Pisang Tanduk • Pisang emas • Sate tusuk • Jantung pisang. • Dll, sesuai petunjuk yg memasang. Antara perbuatan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.) • Melalui bawah tali jemuran pakaian • Melalui di bawah tangga/rumah • Melalui di bawah pohon kelor • Di lempar bantal • Minum air penawar. Pemasangan Susuk. Ada beberapa cara pemasangan susuk secara umumnya dan secara khusus Pertama, dengan cara disusukkan / ditanam pada bagian tubuh tertentu. Kedua, dengan cara di loloh, yakni ditelankan atau diminum. Dan ada pula dengan cara gaib, yakni piranti2 susuk masuk secara gaib dan misterius kebagian tubuh yang diinginkan. Hal ini hanya dapat dilaksanakan oleh mereka2 yg telah mumpuni benar dalam bidang susuk. Praktek ini sudah mirip seperti melaksanakan santet. Juga dengan cara dilamurkan / dilulurkan Hal ini ialah menggunakan sarana serbuk / bubukan emas, intan, berlian, mutiara, dlsb. Lokasi pemasangan Susuk. - Diantara dua alis mata - Pada pipi wajah - Dagu/ sudut bibir - Tengkuk - Bawah dada kanan-kiri / payudara. - Punggung kanan-kiri - Pinggul kanan-kiri - Lengan kanan-kiri - Telapak tangan kanan-kiri - Bawah pusar - Kemaluan - Paha kanan-kiri - Betis kanan-kiri Budaya Susuk Selama ini kita mengenal budaya susuk hanyalah popular di tanah Jawa saja, Padahal didaerah lainpun juga sangat mengenal budaya ini. Susuk dikalangan suku melayu. Etnis melayu dahulu, menggunakan susuk dari bahan rempah2 dan bunga2an Suatu contoh yakni; merica, ketumbar, bawang, bunga kenanga, melati, mawar,dll Bahkan kalangan suku melayu di Medan sangat mengenal dengan sarana pekasih susuk air emas, yang termasuk dari bagian susuk cair untuk lamuran. Susuk di Kalimantan Banyak rumah2 adat atau rumah-rumah kebesaran, tiang pasak rumahnya disusuk dengan menggunakan intan. Hal ini diyakini untuk menguatkan daya tahan rumah, dan menimbulkan kesan damai dan nyaman / sejuk pada penghuni rumah. Demikian juga dengan tempat2 perniagaan, kebanyakan disusuk emas pada lokasi pintu masuknya. Susuk di Indonesia bagian timur Kita pernah mendengar tentang mutiara hitam. Mutiara hitam ini jika dijadikan serbuk dan bubuk lalu ditelan, diyakini mampu untuk mengembalikan dan menaikkan kejantanan seorang laki-laki. Dengan kata lain sebagai sarana pengobatan impotensi dan atau lemah syahwat.
Kutipan Dari http://kisawung.blogspot.com
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mani Gajah

Friday, 27 August 2010

Mani Gajah, cara meramu, pengetesan keaslian, dan kegunaan Pengetesan keaslian. cara tau asli apa engga tentang mani gajah kristal, kerok sedikit manigajah, lalu ditanam didalam tanah lebih kurang sejengkal setelah itu timbun pake tanah dan kasi beras diatasnya.. kemudian lepaskan beberapa ekor ayam diatasnya sehingga pada makan2 , nanti perhatikan, si ayam terus matok2 tanah walaupun beras udah abis ayam tidak akan berhenti matok dan terus mencakar2 tanah tsb sampai terbongkar abis mani gajah yg ada dalam tanah.. itu berarti aseli.. jika mani gajah palsu, begitu beras abis, begitu ayam langsung pergi..

Alkisah MANI GAJAH :
Ada seekor gajah yg luar biasa gagah, walaupun dia sangat ditakuti dan diikuti banyak gajah2 lain, tapi dia suka menyendiri. Suku anak dalam (Kubu) menyebutnya dengan nama GAJAH TUNGGAL. Inilah Rajanya Gajah, layaknya The Mammouth dari Himalaya. Jika ia berjalan di tengah rimba, bahkan sang Raja Rimba (Harimau) akan segera menyingkir pergi jauh-jauh, tidak mau berpapasan dgn Gajah Tunggal tersebut.

Dan ketika masanya Purnama bersinar terang, maka birahi sang
gajah pun naik. Mulailah ia tampakkan kegarangannya, mengibas kesana-sini apapun yg menghalangi jalannya. Sekumpulan gajah segera membentuk lingkaran, dengan gajah2 betina dalam lingkaran tersebut. Dan masuklah Gajah Tunggal ke dlm lingkaran tsb sambil mulai memilih, mana2 gajah betina yg ia sukai. Terjadilah acara sakral si Gajah melaksanakan perkawinannya.. Ada yg pernah mengintip dari kejauhan dan menyatakan keheranannya, gajah betina mengambil posisi terlentang ,katanya.. mereka bersetubuh layaknya manusia. (jgn2 ikut sange juga nih pengintipnya..hehe..) Dan saat inilah yang ditunggu-tunggu oleh suku anak dalam. Usai sang Gajah bersetubuh, biasanya dia akan memeriksa sisa2 spermanya yang jatuh ketanah, dan segera menguburnya dengan sangat teliti.

Setelah sang
Gajah yakin dan lalu pergi bersama rombongannya, segeralah org2 yg mengintip tadi berlari dan memberi tanda pada tempat di mana sang mengubur gajahmani nya itu. sesegera itu pulalah orang2 itu, secepatnya lari dan pergi pulang ke kampungnya. mereka berkata, sang Gajah suka mengontrol kembali tiba2 ke tempat itu, jk ia melihat ada orang, maka org itu dikejar tanpa henti sampai mati org tersebut. Mereka2 yg berhasil menggali kembali kuburan mani gajah itu biasanya akan mendapatkan Mani Gajah yg Sudah Mengkristal lembut, dan semakin lama, semakin mengeras menjadi batu. Inilah yg kemudian diolah dengan ramuan tertentu menjadi Minyak Pelet Mani Gajah. Cara meramunya satu butir MG ukuran pentol korek bisa dicampur kurang lebih 100 cc minyak kelapa tunggal namun jika minyak kelapa tunggal jg cuma ada sedikit pun tidak masalah, misal; cuma ada satu botol kecil ukuran 2 cc, campur aja dahulu, setelah itu campur lagi 100 cc minyak kelapa hijau nah itu sudah cukup dan jadi.. sehingga yg digunakan, bisa kita ambil saja ramuan tadi seukuran satu botol kecil (2cc), dan itu saja yg dibawa2 biangnya biarkan saja kita simpan dirumah selanjutnya, yg dibotol kecil tadi harus kita beri makan yaitu diberi sepotong kecil emas, atau bubuk emas murni secukupnya serta diberi sedikit kapas mentah yg sudah jatuh dari pohonnya yaitu kita cari saat hari jumat (kapas mentah tersebut) inilah yg disebut dia "kapas siluman" nah pada saat purnama penuh tiba biang MG dan turunannya yg di botol kecil itu kita jemur dibawah sinar purnama.. kurang lebih 2 jam, dari jam 10 s.d. 12 malam.. untuk yg lebih mantap lagisi MG yang dibotol kecil tadi sebaiknya kalau "punya kesabaran" sebaiknya setelah di purnama in lalu di pendam dalam tanah selama 40 hari atau afdolnya selama 100 hari..dan jadilah minyak MG kualitas "super" gunanya antara lain: - membantu kelancaran usaha - aman dari "kerusuhan" - disenangi dalam pergaulan - pelet Kutipan dari http://kisawung.blogspot.com

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Bulu Perindu

bulu perindu bentuknya seperti akar kecil/cacing kecil biasa dipakai oleh suku dayak kalimantan dan banten. rupanya seperti ijuk sapu kaku, dan uniknya buluh perindu itu bisa berputar sendiri, semakin kuat energi yang megang semakin kuat dia berputarnya. - ada lagi buluh perindu yg bentuknya seperti bambu kecil halus, biasa disebut juga
bambu gila, karena diasalnya di rumpun bambu, tanpa ada anginpun biasanya bambu kecil ini suka bergerak2 sendiri secara liar dan ini banyak dipakai oleh suku melayu, biasanya untuk menyanyi.

ada lagi semacam tali serat yg terdapat di dalam batang bambu besar
bentuknya seperti senar gitar memanjang, biasa dipakai utk pelaris
dan ada pula serumpun bambu mini buluh perindu yg tumbuh di batu besar
yg oleh salah satu suku dayak dinamakan ia Buronq Buta/bambu buta yg ini untuk pelet

ada pula sepasang bulu perindu yg berwarna keemasan dan ini langka ini untuk penampilan dan juga pelet

ada lagi bulu perindu langka, karena seperti dempet atau bercabang dua atau kembar dari intinya yg berbentuk seperti beras yg ini kuat banget dayanya untuk menimbulkan nafsu birahi.. peace aah..


BULU PERINDU :


Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk "pegangan".

Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.

Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.

Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..

Kutipan Dari http://kisawung.blogspot.com



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Tingkeban

Thursday, 26 August 2010

Upacara Tingkeban adalah satu dari bermacam-macam tradisi upacara masyarakat Jawa, khususnya masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara yang diadakan untuk memperingati tujuh bulan usia kandungan ini – hanya - dilakukan bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan.

Dalam tradisi masyarakat Yogyakarta - baik dari golongan rakyat biasa maupun golongan bangsawan (priyayi) yang hidup di lingkungan kraton - upacara ini merupakan upacara terpenting diantara upacara-upacara tradisional yang lain. Jika upacara ini diabaikan, masyarakat Jawa - khususnya masyarakat di Yogyakarta - percaya bahwa hal tersebut akan mengakibatkan gangguan terhadap keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Disamping itu, banyak orang beranggapan bahwa melahirkan anak tanpa – sebelumnya - mengadakan upacara Tingkeban ini disebut ngebokake anak: menyamakan anak tersebut dengan seekor kerbau. Hal ini telah banyak dilukiskan oleh Clifford Geertz dalam bukunya yang berjudul The Religion of Java (20, 45). Oleh karena itu, masyarakat diharuskan mengadakan upacara Tingkeban walaupun dengan acara sederhana.

Sejarah atau asal usul terjadinya upacara Tingkeban di dalam masyarakat Jawa - khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta - akan diuraikan sebagai berikut:

Pada jaman kerajaan Kediri diperintah oleh Raja Jayabaya, ada seorang wanita yang bernama Niken Satingkeb. Ia menikah dengan seorang punggawa kerajaan yang bernama Sadiyo. Dari perkawinan ini, lahirlah sembilan orang anak. Akan tetapi, nasib malang menimpa mereka, karena dari kesembilan anak tersebut tak ada seorangpun yang berumur panjang.

Sadiyo dan Niken satingkeb tidak putus asa dalam berusaha dan selalu berdoa agar mempunyai anak lagi yang kelak tidak bernasib malang seperti anak-anak mereka sebelumnya. Segala petuah dan petunjuk dari siapa saja selalu mereka perhatikan, tetapi tidak ada juga tanda-tanda bahwa istrinya mengandung. Maka, pergilah suami istri tersebut menghadap raja untuk mengadukan kepedihan hatinya dan mohon petunjuk sarana apakah yang harus mereka lakukan agar dianugerahi seorang anak lagi yang tidak mengalami nasib seperti anak-anaknya terdahulu.

Sang raja yang arif bijaksana itu terharu mendengar pengaduan Nyai Niken Satingkeb dan suaminya. Maka, beliau memberikan petunjuk agar Nyai satingkeb - pada setiap hari Tumbak (Rabu) dan Budha (Sabtu) - harus mandi dengan air suci dengan gayung berupa tempurung kepala yang disebut bathok disertai dengan membaca doa seperti berikut:

“Hong Hyang Hanging Amarta, Martini Sarwa Huma,

humaningsun ia wasesaningsun, ingsun pudyo sampurno dadyo manungso.”

Setelah mandi, ia memakai pakaian yang serba bersih. Kemudian dijatuhkan dua butir kelapa gading melalui jarak antara perut dan pakaian. Kelapa gading tersebut digambari Sang Hyang Wisnu dan Dewi Sri atau Arjuna dan Sumbadara. Maksudnya adalah agar jika kelak anaknya lahir, ia mempunyai paras elok atau cantik seperti yang dimaksud dalam gambar itu. Selanjutnya, wanita yang hamil itu harus melilitkan daun tebu wulung pada perutnya yang kemudian dipotong dengan keris.

Segala petuah dan anjuran sang raja itu dijalankannya dengan cermat, dan ternyata segala yang mereka minta dikabulkan. Semenjak itu, upacara ini diwariskan turun-temurun dan menjadi tradisi wajib bagi masyarakat Jawa.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Nyadran

Menjelang bulan Ramadhan lalu, sebagian masyarakat Jawa melaksanakan upacara nyadran. Apa itu nyadran? Nyadran adalah kegiatan keagamaan tahunan yang diwujudkan dengan ziarah ke makam leluhur menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan dalam ziarah tersebut di antaranya membersihkan makam leluhur, memanjatkan doa permohonan ampun, dan tabur bunga. Biasanya para peserta nyadran membawa aneka makanan, seperti: tumpeng, apem, ingkung, pisang raja, jajanan pasar, dan kolak, ke lokasi pemakaman. Makanan-makanan ini dibawa dengan menggunakan sejumlah jodang atau yang biasa disebut tandu. Selain itu, mereka juga membawa kemenyan serta beraneka macam bunga khas Indonesia, seperti mawar, melati, dan kenanga. Dan inilah pentingnya pemeliharaan tradisi itu: karena ia tumbuh dalam masyarakat itu sendiri, ia biasanya berhubungan erat dengan sumber daya alam dan kondisi hidup setempat. Dengan kata lain, seringkali tradisi seperti inilah yang lebih ramah lingkungan dan secara langsung ataupun tidak langsung memberi pengetahuan tentang keadaan lokal. Ini yang akan memberi bekal bagi manusia yang mempelajarinya, atau juga bagi generasi muda yang masih peduli akan kondisi di sekitar mereka, karena tradisi itu tumbuh dari masyarakatnya sendiri.

Inilah pentingnya pemeliharaan tradisi itu: karena ia tumbuh dalam masyarakat itu sendiri, ia biasanya berhubungan erat dengan sumber daya alam dan kondisi hidup setempat. Dengan kata lain, seringkali tradisi seperti inilah yang lebih ramah lingkungan dan secara langsung ataupun tidak langsung memberi pengetahuan tentang keadaan lokal. Ini yang akan memberi bekal bagi manusia yang mempelajarinya, atau juga bagi generasi muda yang masih peduli akan kondisi di sekitar mereka, karena tradisi itu tumbuh dari masyarakatnya sendiri.

Nyadran dilakukan setiap bulan Sya’ban atau dalam kalender Jawa disebut bulan Ruwah. Sulit ditelusuri sejak kapan tradisi ini berlangsung di masyarakat kita. Seorang ahli menyatakan bahwa tradisi nyadran mempunyai kemiripan dengan craddha pada masa kerajaan Majapahit. Kemiripan tersebut terlihat pada kegiatan manusia “berinteraksi” dengan leluhur yang telah meninggal, seperti pengorbanan, sesaji, dan ritual sesembahan yang hakikatnya adalah bentuk penghormatan terhadap yang sudah meninggal.

Lazimnya kegiatan nyadran dilakukan dengan ziarah ke makam-makam leluhur atau orang besar (para tokoh) yang berpengaruh dalam menyiarkan agama Islam pada masa lalu. Masyarakat di satu daerah memiliki lokasi ziarah masing-masing. Semisal di Desa Wijirejo, Bantul, nyadran dilaksanakan di makam Panembahan Bodo. Panembahan Bodo adalah nama lain dari Raden Trenggono, yang dipercaya menyiarkan Islam di daerah ini. Di Dusun Panjang Lor, Kabupaten Semarang, nyadran dilakukan di makam Nyi Tirto Tinoyo atau lebih dikenal sebagai Nyi Panjang. Warga setempat meyakini bahwa Nyi Panjang merupakan istri lurah pertama di sana yang menjadi cikal-bakal Kampung Panjang. Masyarakat di Desa Bulakan, Kabupaten Sukoharjo, menyelenggarakan ritual nyadran di Pemakaman Gesingan. Sedangkan warga Desa Jetis, Kabupaten Temanggung, menyelenggarakan ritual nyadran di kompleks pemakaman leluhur mereka di kaki Gunung Sumbing.

Selain di daerah Jawa Tengah, masyarakat pesisir pantai utara, seperti Cirebon juga mengenal nyadran. Di Cirebon, nyadran dikenal sebagai upacara buang saji ke lautan lepas . Tujuan utama dari upacara ini adalah rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas hasil tangkapan ikan yang berlimpah karena masyarakat di sini sebagian besar nelayan. Setelah melaksanakan nyadran, masyarakat lazimnya melakukan tradisi padusan. Padusan berasal dari bahasa Jawa, yaitu adus (mandi). Padusan merupakan kegiatan mandi (bersih diri), yang mempunyai makna persiapan lahir dan batin menuju bulan Ramadhan. Biasanya padusan dilakukan di sumber-sumber air yang dianggap sakral/suci.

Karena ritualnya yang menyertakan sesaji, tradisi nyadran seringkali mengundang perdebatan di kalangan umat Islam. Mereka yang menolak tradisi nyadran berpendapat kalau tradisi ini syirik dan tidak perlu dilaksanakan. Sedangkan yang menghendaki nyadran berpendapat kalau tradisi nyadran sah-sah saja, asal tidak menyembah makam leluhur. Memang tradisi ini kental dengan kebudayaan Hindu dan Budha. Tradisi semacam nyadran telah dikenal nenek moyang kita sejak dahulu. Setelah Islam masuk ke Nusantara (sekitar abad ke-13), tradisi semacam nyadran yang telah dikenal masyarakat ini, perlahan-lahan mulai terakulturasi dengan ajaran Islam. Saat Wali Songo menyiarkan Islam di Jawa, tradisi ini kembali “dimodifikasi”. Akhirnya terjadi perpaduan ritual, antara kepercayaan masyarakat Jawa dengan ajaran Islam, yang lalu menghasilkan tradisi nyadran.

Di dalam nyadran juga terdapat inti budaya Jawa, yaitu harmoni atau keselarasan. Masyarakat Jawa bukan saja mengharapkan harmoni dalam hubungan antar manusia, tetapi juga dengan alam semesta, bahkan dengan roh-roh gaib. Maka dalam upacara nyadran, sesaji diberikan. Sesaji bukan bertujuan untuk “menyembah” roh-roh gaib, melainkan menciptakan keselarasan dengan seluruh alam.

Aneka makanan, kemenyan, dan bunga memiliki arti simbolis. Tumpeng, melambangkan sebuah pengharapan kepada Tuhan agar permohonan terkabul; Ingkung (ayam yang dimasak utuh) melambangkan manusia ketika masih bayi belum mempunyai kesalahan; pisang raja melambangkan suatu harapan supaya kelak hidup bahagia; jajan pasar melambangkan harapan berkah dari Tuhan; ketan, kolak, dan apem, merupakan satu-kesatuan yang bermakna permohonan ampun jika melakukan kesalahan; kemenyan merupakan sarana permohonan pada waktu berdoa; dan bunga, melambangkan keharuman doa yang keluar dari hati tulus. Beraneka “bawaan” ini merupakan unsur sesaji sebagai dasar landasan doa. Setelah berdoa, makanan-makanan tersebut menjadi rebutan para peziarah yang hadir. Inilah arti kebersamaan dalam nyadran. Di dalam nyadran juga terdapat inti budaya Jawa, yaitu harmoni atau keselarasan. Masyarakat Jawa bukan saja mengharapkan harmoni dalam hubungan antar manusia, tetapi juga dengan alam semesta, bahkan dengan roh-roh gaib. Maka dalam upacara nyadran, sesaji diberikan. Sesaji bukan bertujuan untuk “menyembah” roh-roh gaib, melainkan menciptakan keselarasan dengan seluruh alam. Nyadran juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki yang diterima dan menghormati leluhur.

Ketika masyarakat melaksanakan nyadran, mereka harus bekerja bersama. Ada unsur gotong-royong, kebersamaan, kasih sayang, dan pengorbanan di dalamnya. Nyadran juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota masyarakat. Karena itulah, tradisi nyadran akrab dengan nilai kearifan lokal bangsa kita.

Selain makna-makna tersebut, nyadran juga memiliki makna sosial. Ketika masyarakat melaksanakan nyadran, mereka harus bekerja bersama. Ada unsur gotong-royong, kebersamaan, kasih sayang, dan pengorbanan di dalamnya. Nyadran juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota masyarakat. Karena itulah, tradisi nyadran akrab dengan nilai kearifan lokal bangsa kita.

FANDY HUTARI, penulis lepas, penyuka seni dan budaya Indonesia.
Bukunya, Sandiwara dan Perang, diterbitkan pada tahun 2009.
Beberapa artikelnya tentang seni drama telah dipublikasi di media.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Upacara Kasada Tengger

Wednesday, 25 August 2010

Sejak Jaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci, karena mereka dianggap abdi – abdi kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka masih menganut agama hindu, Setahun sekali masyarakat tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi disebuah pura yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak gunung Bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama dibulan Kasodo menurut penanggalan Jawa.

Legenda Asal Mula Upacara Kasada

Menurut ceritera, asal mula upacara Kasada terjadi beberapa abad yang lalu. Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. Sang permaisuri dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Roro Anteng, setelah menjelang dewasa sang putri mendapat pasangan seorang pemuda dari kasta Brahma bernama Joko Seger.

Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran dan bersamaan mulai menyebarnya agama Islam di Jawa, beberapa punggawa kerajaan dan beberapa kerabatnya memutuskan untuk pindah ke wilayah timur, dan sebagian menuju di kawasan Pegunungan Tengger termasuk pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger.

Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya "Penguasa Tengger Yang Budiman". Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger.

Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi. Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar karuniai keturunan.

Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.

Kesuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib :"Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua.

Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Hyang Widi di kawah Gunung Bromo. Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.


Yadnya Kasada (Upacara Kasada)

Pada malam ke-14 Bulan Kasada Masyarakat Tengger penganut Agama Hindu (Budha Mahayana menurut Parisada Hindu Jawa Timur) berbondong-bondong menuju puncak Gunung Bromo, dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian, ternak dan sebagainya, lalu dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai sesaji kepada Dewa Bromo yang dipercayainya bersemayam di Gunung Bromo. Upacara korban ini memohon agar masyarakat Tengger mendapatkan berkah dan diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.

Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasan sendratari Rara Anteng Jaka Seger di panggung terbuka Desa Ngadisari. Kemudian tepat pada pukul 24.00 dini hari diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten lautan pasir Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger merupakan pemimpin umat dalam bidang keagamaan, yang biasanya memimpin upacara-upacara ritual perkimpoian dll. Sebelum dilantik para dukun harus lulus ujian dengan cara menghafal dan membacakan mantra-mantra.

Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari Kasada Bromo.
Pada malam ke-14 Bulan Kasada Masyarakat Tengger penganut Agama Hindu (Budha Mahayana menurut Parisada Hindu Jawa Timur) berbondong-bondong menuju puncak Gunung Bromo, dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian, ternak dan sebagainya, lalu dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai sesaji kepada Dewa Bromo yang dipercayainya bersemayam di Gunung Bromo. Upacara korban ini memohon agar masyarakat Tengger mendapatkan berkah dan diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.

Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasan sendratari Rara Anteng Jaka Seger di panggung terbuka Desa Ngadisari. Kemudian tepat pada pukul 24.00 dini hari diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten lautan pasir Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger merupakan pemimpin umat dalam bidang keagamaan, yang biasanya memimpin upacara-upacara ritual perkimpoian dll. Sebelum dilantik para dukun harus lulus ujian dengan cara menghafal dan membacakan mantra-mantra.

Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari Kasada Bromo



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Ruwatan

Menurut Dinas pariwisata Kota Semarang , ruwatan adalah prosesi spiritual untuk membuang kesialan hidup orang-orang yang sedang dalam sukerta (susah) Orang-orang sukerta ini, menurut cerita adalah orang-orang yang akan dimangsa oleh Batara Kala. Untuk keluar dari sukerta seseorang harus diruwat.Dalam upacara ini seorang dalang melakukan penyiraman air suci dan penguntingan rambut kepada peserta ruwat dan kemudian dilarung ke laut.

Makna ruwatan (terjemahan wikipedia) adalah

  1. Mengembalikan, adalah mengembalikan kepada keadaan sebelumnya
  2. Membebaskan, adalah membebaskan dari ancaman mara bahaya atau bencana yang mengancam.

Sejarah Ruwatan

Adalah Raksasa Bethara Kala anak dari Bethara Guru suatu hari menuntut makan kepada Ayahandanya. Kemudian dia diperbolehkan makan manusia dengan ciri-ciri diantaranya sebagai berikut:

Tetapi, Bethara Kala tidak akan bisa memangsa manusia diatas, kalau manusia tersebut bisa membaca “Rajah Kala Cakra”. Rajah tersebut terletak di Kening, Dada dan di Punggung.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, haruskah kita menyelenggarakan ruwatan seperti pada adat Jawa? Lepas dari ada keinginan mengadakan ruwatan atau tidak, sebenarnya ada beberapa catatan yang bisa kita ambil dari prosesi ruwatan.

  1. Istilah Raksasa Bethara Kala, bisa kita artikan kala adalah waktu dan atau bencana.
  2. Anak tunggal (ontang anting), anak kembar dan seterusnya yang akan menjadi mangsa Bathara Kala, biasanya mempunyai kecenderungan di manja oleh orang tuanya.
  3. Rajah Kala Cakra yang terletak di kening (berfikir/kognitif), di dada (merasakan/afektif) dan di pundak (tempat beban/ psikomotorik).

Makna apa yang bisa kita petik?

Di pandang dari berbagai perspektif, tentunya banyak sekali makna yang terkandung dalam ruwatan. Dan menurut hemat saya, orang tua yang memanjakan anaknya dengan berbagai alasan, misalnya karena anak tunggal sehingga apapun keinginan anak akan dipenuhi oleh orang tua, anak tidak mempunyai saingan di keluarga dan sebagainya. Kemudian anak kembar, biasanya sangat menggemaskan (ada kecenderungan di manja dan di istimewakan, anak-anak seperti ini apabila di biarkan terus bermanja-manja maka dia akan banyak kehilangan waktu. –untuk tumbuh kembang– istilahnya waktunya habis dimakan Bethara Kala.

Bagaimana cara mengatasinya?

Belajar!!! Dengaan belajar anak akan bisa membaca tulisan atau Rajah Kala Cakra, yang ada di :

  1. Di Kening, Kening adalah tempat otak untuk berfikir(aspek kognitif). Jelas dengan belajar akan mengasah daya pikir kita
  2. Di dada, adalah tempat hati, untuk merasakan (aspek afektif). Dengan belajar di sekolah, selain anak diajari berbagai mata pelajaran, anak juga diajarkan bagaimana bersosialisasi dengan teman, guru dan warga sekolah lainnya. Harapannya anak akan dilatih bagaimana berempati dan peduli sesamanya.
  3. Di punggung, punggung adalah tempat beban, untuk mengangkat beban itu butuh tenaga, tenaga menghasilkan gerak (aspek psikomotorik). Jelasnya di sekolah siswa juga dibekali berbagai macam ketrampilan untuk menjadi siswa yang mandiri.

Kesimpulan

Dengan bersekolah dengan benar, berarti anak berusaha untuk terbebas dari bencana, berusaha memaksimalkan dan memaknai waktu yang dilewatinya, untuk memperoleh bekal kemampuan, sikap dan ketrampilan demi meraih cita-cita di masa depan.

Anda sependapat? Sukses remaja Indonesia.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Huruf HoNoCoRoKo

Tuesday, 24 August 2010

Dalam kenyataannya anak muda jawa masih banyak yang belum mengerti tentang aksara jawa..padahal banyak warga negara lain belajar tentang aksara jawa ini....

So, mosok kawulo tiyang jawi inggih mboten purun budayakaken ..
Inggih tho..

Nopo tho aksara Jawa itu ?

Aksara jawa berbeda dengan huruf Latin yang kita gunakan sekarang ini untuk menulis. Aksara jawa terdiri dari :

1. Aksara Carakan
Aksara inti yang terdiri dari 20 suku kata ato biasa disebut Dentawiyanjana, yaitu :
ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga ;

2. Aksara Pasangan
Bentuk mati (huruf) dari aksara inti, yaitu :
h, n, c, r, k, d, t, s, w, l,
p, dh, j, y, ny, m, g, b, th, ng
;
pasangan

3. Aksara Swara
Biasanya untuk huruf awal penulisan nama kota ato nama
orang yang dihormati yang diawali dengan huruf hidup,
yaitu : A, I, U, E, O

4. Aksara Rekan
Untuk penulisan huruf-huruf yang berasal dari serapan bahasa
asing, yaitu : kh, f, dz, gh, z

5. Aksara Murda
Biasanya untuk huruf awal penulisan nama kota ato nama
orang yang dihormati, yaitu : Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, Ba

6. Aksara Wilangan
Untuk penulisan bilangan dalam bahasa Jawa,
yaitu angka 1 s/d 10 dalam aksara Jawa.

7. Tanda Baca (Sandangan)
Merupakan tanda baca yang biasa digunakan, huruf hidup
serta huruf mati yang biasa dipakai dalam bahasa sehari-hari,
yaitu tanda : koma, titik, awal kamimat, dll
huruf : i, o, u, e.
huruf mati : _r, _ng, _ra, _re, dll

Setelah menguasai aksara-aksara di atas, kita tidak bisa langsung menggunakannya untuk menulis sebagai mana ejaan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebab ada beberapa hal yang menjadi perkecualian dan menjadi aturan tambahan.

Tambah pusing ? mboten menopo .. wajar ..kawulo ingkang tiyang jawi kemawon katah lepatipun..

Matur nuwun, pareng.

baca dong

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Dupa

Dupa lebih dikenal lagi dengan panggilan hio ( bahasa jawa ). Hio atau dupa ini banyak di jual di kedai-kedai china atau di warung/pasar dekat rumah anda.

Dupa ini adalah sejenis kayu/lidi yang di laburi ramuan pewangi dalam bentuk padat, dimana penggunaannnya yaitu nanti di bakar saat ritual tertentu. Dupa ini sering dipakai ibadah / sembahyang oleh para orang budha, konghuchu, ataupun umat lain nya yang menggunakan dupa ini, biasanya juga dipakai untuk pengharum ruangan.

Dupa ini banyak di jumpai di dekat perkampungan china, ataupun di pasar-pasar tradisional. Bau nya harum dan agak wangi. Soal harga, relatif, tergantung dari daerah ataupun wilayah masing masing, tentunya beda antara harga di jawa, di papua ataupun di malaysia.

Dupa ini sering di pakai sebagai pengganti kemenyan atau menyan, karena kepraktisan dan kegunaannya. Sering dipakai ritual ritual mistis oleh paranormal di indonesia maupun di manca negara.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Monday, 23 August 2010

Seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya, kini sudah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan.

Seserahan merupakan simbolik dari pihak pria sebagai bentuk tanggung jawa ke pihak keluarga, terutama orang tua calon pengantin perempuan. Untuk adat istiadat di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum akad nikah pada acara midodareni untuk adat Jawa dan ngeyeuk seureuh untuk adat Sunda. Tetapi ada juga yang melakukan seserahan pada saat acara pernikahan.

Saat ini, jumlah dan jenis hantaran disesuaikan atas kesepakatan bersama. Bahkan seringkali, justru pengantin wanitalah yang memilih sendiri barang-barang kebutuhannya. Barang-barang yang lazimnya menjadi barang seserahan adalah:

* Suruh ayu (semacam daun yang wangi) bermakna mendoakan keselamatan.
* Pakaian : Kebaya & Kain / Baju Kerja / Baju Pesta
* Alat-alat perawatan tubuh : Sabun, Shampoo, Body Lotion, Bedak Badan, dll.
* Make Up : Pelembab, Bedak Dasar, Bedak, Eye Shadow, Maskara, Blush On, Pensil Alis, dll.
* Parfum
* Sepatu / Selop
* Tas
* Pakaian dalam & baju tidur
* Perhiasan / Jam Tangan
* Makanan : Buah, Kue Taart, Kue Kering, Masakan Matang

Barang seserahan diatas tidak mutlak tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, selera dan budget. Intinya barang seserahan biasanya adalah barang yang biasa dipakai calon pengantin perempuan. Jumlahnya biasanya ganjil 5 / 7/ 9 tergantung selera.

Barang-barang yang dibawa dalam hantaran tidak terpaku pada perangkat yang telah disebutkan diatas, tetapi merupakan kesepakatan pembicaraan antara anda dan pasangan. Pada zaman sekarang, nampan hantaran bisa ditampilkan dengan lebih kreatif. Agar hantaran seserahan anda terlihat cantik dan menarik. Anda dapat melakukan beberapa trik brikut :

* Mengunjungi berbagai toko kerajinan, toko bunga hingga vendor alat kerajinan untuk mendapat barang dan pembungkus yang lebih beragam.
* Dengan memberi warna pada pembungkus kado anda dapat memberi kesan dan perbedaan dari pembungkus yang lain. Teknik paint-brush juga dapat digunakan.
* Mengkombinasikan dua bahan yang sangat berbeda dapat pula mempercantik tampilan hantaran anda. Misalnya, potongan renda di atas kertas bermotif bunga.
* Tidak mengemas semua barang sesrahan dalam boks yang biasa. Bisa saja anda mengeams barang hantaran anda dalam keranjang yang dihias dengan tambahan bunga segar diatasnya.
* Jika kotak sesrahan terbuat dari bahan bambu atau kayu maka hiaslah bagian atasnya dengan plastik yang tembus pandang sehingga barang seserahan dapat langsung terlihat.
* Kemaslah buah-buahan langsung dari penjualnya. Namun, jika ingin mengemas sendiri pastikan membuat alas dulu di dasar boks. Susunlah buah yang berukuran besar terlebih dahulu baru kemudian buah yang berukuran kecil.

Bila dihias dengan cantik dan menarik, hantaran pernikahan tidak hanya dapat digunakan ketika upacara pernikahan berlangsung, tetapi juga sebagai unsur yang dapat mempercantik kamar pe ngantin anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menghias hantaran sesuai dengan tema pesta yan ganda gunakan. Oleh karena itu, informasikan pada keluarga mempelai pria mengenai gaya dan tema warna kamar pengantin sehingga pihak keluarga pria dapat menyesuaikan tema warna hantarannya.






Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Gamelan, Orkestra a la Jawa

Gamelan adalah musik yang tercipta dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya. Irama musik yang lembut dan mencerminkan keselarasan hidup orang Jawa akan segera menyapa dan menenangkan jiwa begitu didengar.

Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan ternama. Pagelaran musik gamelan kini bisa dinikmati di berbagai belahan dunia, namun Yogyakarta adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati gamelan karena di kota inilah anda bisa menikmati versi aslinya.

Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa, sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow, berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Perbedaan itu wajar, karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya.

Pandangan hidup Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada beberapa waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik, diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang, rebab dan celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan, misalnya gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan memberi keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh irama gending.

Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.

Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri, musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis.

Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Pada hari Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit, sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Untuk melihat pertunjukannya, anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua, anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang.






Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

My YM

Status YM

My Twitter

Follow marif.handoko on Twitter

Categories

Powered by Blogger.

Followers